Hadits of The Day

مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ

Rabu, 18 Januari 2012

Segumpal Daging Itu...



            Saudaraku, maukah kalian aku beri tahu tentang sesuatu hal?? Yang mungkin kalian akan senantiasa waspada dengan sesuatu itu. Kalian akan berusaha menjaga sesuatu itu.
Saudaraku, sungguh… dalam diri kalian itu ada segumpal daging. Segumpal daging yang agak berbeda. Segumpal daging yang sedikit aneh.. ya… segumpal daging itu mungkin sedikit aneh dari segumpal daging yang lain. Karena segumpal daging yang mungkin kecil ini dapat menentukan seberapa baik atau seberapa buruk diri kalian… Taukah kalian apa itu?? Segumpal daging itu adalah HATI…
            Segumpal daging yang bernama Hati ini ternyata dapat menentukan diri kalian. Apabila hati kalian baik, maka akan diikuti dengan baiknya siri kalian. Dan tentu saja sebaliknya, apabila hati kalian kotor dan buruk maka akan diikuti dengan buruknya diri kalian.
            Yaa.. hal ini seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadistnya..
“Ketahuilah, sungguh pada tubuh itu terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, jika ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR.  Bukhari)            
Saudaraku, marilah kita introspeksi diri kita masing-masing, apakah kita sebagai pemilik daging itu sudah merasa menjaganya?? Apakah hati yang telah dititipkan Allah kepada kita itu telah kita jaga dengan baik?? Atau malah kita biarkan hati itu menjadi kotor ? Tentu saja yang bisa menjawab itu semua Cuma diri kalian sendiri.. Dan saya disini Cuma bisa mengingatkan kalian karena kalian adalah SAUDARAKU FILLAH..
            Sebagai seorang muslim tentunya kita sadar kalau satu diantara yang harus kita jaga adalah hati kita. Karena hati kita menentukan bagaimana diri kita. Karena hati kita yang menentukan baik buruknya diri kita. Jagalah hati kalian saudaraku !!!
            Jagalah hati kita saudaraku, jagalah hati kita agar tetap mengingat Allah, karena hanya dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang. Seperti firman Allah
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs Ar-Ra’d: 28)
Jadikanlah hati kalian terikat kepada Allah dengan banyak berdzikir. Seperti yang telah difirmankan Allah, bahwa hati kita butuh ketenangan.. ya… hati kita butuh ketenangan. Dan satu-satunya cara untuk membuat hati kita tenang yaitu hanya dengan MENGINGAT ALLAH.. Ingatlah Allah saudaraku, agar hati kalian tetap tenang.
Sekali lagi, Jagalah hati kalian saudaraku.. Jangan biarkan hati kalian tertutup oleh noda hitam. Noda hitam akibat dosa-dosa yang kalian lakukan. Jangan biarkan dosa-dosa kalian membuat hati kalian merintih… Jangan biarkan dosa kita mengarat di hati kita.
            Jika hati kalian telah tertutup oleh noda, kuncinya cukup satu ikhwani fillah… Kuncinya yaitu bertaubat. Tentu saja dengan taubatan nashuha. Dengan taubat ini semoga Allah akan memaafkan dosa kalian dan menjernihkan segumpal daging itu…
            Basahilah hati kalian dengan air kesejukan yaitu ketakwaan dan keimanan. Jangan biarkan hati kalian dibasuh dengan lumpur dosa yang akan mengotori hati kalian.
            Jagalah hati kalian… Jagalah hati kalian.. Jagalah hati kalian
            Karena hanya dengan menjaga hati, Seluruh bagian tubuh kalian akan terjaga. Mata kalian, Lisan kalian, Tangan kalian, Kaki kalian.
            Karena hati yang jernih dengan ketakwaanlah yang akan menyuruh mata kalian untuk menundukkan pandangan. Karena hati yang jernih dengan ketakwaanlah yang akan menyuruh lisan kalian untuk mengatakan perkataan yang indah.
            Satu pesanku buat kita yaitu Jagalah Hati Kalian..
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 15 Januari 2012

Keindahan Doa Yang Kau Lantunkan



Hidup ini tak lekang dengan masalah, silih berganti dari masalah satu ke masalah lain. Akan tetapi jika kita mau berfikir sebenarnya dibalik masalah tersebut ada pelajaran yang berharga yang dapat kita petik. Rugilah kita tatkala menyia-nyiakan masalah, berlari dari masalah ataupun pura-pura mengaburkan masalah tersebut.

Saudaraku, berdoalah kepada Allah karena itulah kunci dari segala masalah kita, Allah telah berfirman:
 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah: 186)
Apa susahnya kita mengadu kepada Allah yang telah mentakdirkan semua masalah yang telah menghampiri kita? Segala masalah akan ada kunci jawabnya meskipun entah kapan waktunya. Kita hanya bisa serahkan kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin untuk memecahkannya. Ingatlah saudariku apapun masalahnya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
 “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs Ar-Ra’d: 28)
Saudaraku doa adalah kunci yang sangat ampuh dan mujarab untuk melepaskan kepenatan hati, rasa was-was ataupun segala masalah yang sedang kita hadapi. Ingatlah bahwa doa adalah inti ibadah. Kita percaya bahwa dengan terus dan terus memohon kepada Allah maka Allah akan memudahkan urusan kita.
Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:
“Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Allah akan membuka (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap berada di depan pintu tersebut.”
Tentu saja tidak semua doa dapat diterima. Oleh karena itu pandai-pandailah dalam mensiasati agar doa terkabul. Dalam kesempatan kali ini akan kami jelaskan orang-orang yang beruntung karena doanya terkabul dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Akan tetapi hal ini tidak berarti memvonis orang-orang yang tidak termasuk dalam golongan di atas, doanya tidak dikabulkan, Wallahu a’lam bishawab.
Serahkan semua usaha kita kepada Allah, karena Allah yang berhak menentukan hasil dari proses yang kita usahakan.
Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:
 “ Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ’Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, Aku bersamanya bila dia ingat Aku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia menyebut Nama-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutkan dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR Bukhari Muslim)
Ada beberapa golongan manusia yang doanya terkabul, antara lain:
  • Doa seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya
    Dari Abu Darda’ Radhiyallahu’anhu, dia berkata bahwa Nabi Muhammamad Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Tidak seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak ada dihadapannya kecuali ada seorang malaikat yang ditugaskan berkata kepadanya:’Aamiin, dan bagimu seperti yang kau do’akan.” (HR Muslim)
  • Orang yang memperbanyak berdoa pada saat lapang dan bahagia
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.” (HR At-Tirmidzi, Dishahihkan oleh Dzahabi dan dihasankan oleh Al-albani)
  • Orang yang teraniaya
    Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Hati-hatilah dengan doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).” (HR Bukhari & Muslim)
  • Doa orangtua kepada anaknya dan doa seorang musafir
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
”Tiga orang yang doanya pasti terkabullkan; doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orangtua terhadap anaknya.” HR Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani
  • Doa orang yang sedang berpuasa
    Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, dia Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Tiga doa yang tidak ditolak; doa orangtua terhadap anaknya, doa orang yang sedang puasa, dan doa seorang musafir.” HR Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Albani
Kemudian lebih baik lagi tatkala kita tahu waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa sehingga kita bisa maksimal dalam berdoa. Antara lain:
  • Sepertiga Akhir Malam
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga akhir malam terakhir, lalu berfirman: Barangsiapa yang berdoa, pasti akan Kukabulkan, barangsiapa yang memohon pasti akan Aku perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti akan Ku ampuni.” (HR Bukhari)
  • Tatkala berbuka puasa bagi orang yang berpuasa
    Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu’anhu, dia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah)
  • Pada setiap dubur shalat fardhu (sesudah tasyahud akhir, sebelum salam)
    Dari Abu Umamah Radhiyallahu’anhu, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wata’alla, beliau menjawab:
“Dipertengahan malam yang akhir dan pada setiap dubur shalat fardhu.” (HR At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)
  • Pada saat perang berkecamuk
    Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.” (HR Abu Daud dishahihkan oleh Imam Nawawi dan Al-Albani)
  • Sesaat pada hari Jum’at
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Abul Qasim Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada sesaat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan dikabulkan. Beliau berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut.” (HR Al Bukhari)
  • Pada waktu bangun tidur malam hari bagi orang yang bersuci dan berdzikir sebelum tidur
    Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR Ibnu Majah)
  • Diantara adzan dan iqamah
    Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.” (HR Abu Daud, dishahihkan Al-Albani)
  • Pada waktu sujud dalam shalat
    Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab doa saat itu sangat diharapkan untuk terkabul.” (HR Muslim)
  • Pada saat sedang turun hujan
    Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Dua doa yang tidak pernak ditolak; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu turun hujan.” (HR Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)
  • Pada saat ada orang yang baru saja meninggal
    Dari Ummu Salamah Radhiyallahu’anha, Rasulullah Shallallahu’alahi wasallam bersabda tatkala Abu Salamah sakaratul maut:
“Susungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Semua keluarga histeris. Beliau bersabda:”Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat meng-amini apa yang kamu ucapkan.” (HR Muslim)
  • Pada malam lailatul qadr
    Allah Subhanahu wata’alla berfirman:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Qs Al Qadr: 3-5)
  • Doa pada hari Arafah
    Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu’anhu dari bapaknya dari kakeknya, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah.” (HR At Tirmidzi dishahihkan Al-Albani)
Semoga bermanfaat dan dapat mengoptimalkan agar doa terkabul. Wallahu a’lam.
Disarikan dari http://muslimah.or.id

»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 10 Januari 2012

SHALAT TASBIH, TAUBAT, DAN HAJAT


A. SHOLAT TASBIH

Sholat Tasbih adalah sholat yang tata cara memang berbeda dengan sholat fardhu yang sering kita lakukan. Keutamaan Sholat Tasbih adalah dapat mengampuni segala dosa (besa, kecil, lama, baru, samar, terang-terangan, sengaja, tidak disengaja)
Sholat Tasbih memang terdapat perbedaan antara ulama mengenai derajat hadist Sholat Tasbih. Ada diantara mereka yang mengatakan hadistnya adalah dhoif dan ada yang mengatakan hadistnya masih bisa diterima karena beberapa jalur.
Diantara mereka yang tidak menguatkan hadist tentang Sholat Tasbih adalah Abu Bakar Ibnul A’rabi, Abul Faraj Ibnul Jauzi, Imam adz-Dzahabi –rahimahumullah-
Diantara ulama yang mengatakan Sholat Tasbih adalah sunnah yaitu Ar-Ruyani, Ibnul Mubarak, Al-Hafizh al-Mundziri, Imam Nawawi, Imam Ibnu Qudamah, Syaikh as-Sindi, Syaikh al-Albani, Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi al-Atsari, Syaikh Salim al-Hilali, Syaikh Abu Ashim Abdullah ‘Athaullah, Imam Daruquthni, Ibnu Mandah, al-Khathib al-Baghdadi, Ibnu shalah, Ibnu Hajar al-Asqalani, as-Suyuthi, Syaikh Ahmad Syakir, dan lainnya.
Dari penelusuran saya ke berbagai sumber yang penulis percaya, maka saya cenderung berpendapat bahwa Sholat Tasbih itu sunnah karena banyaknya jalur yang menguatkan sehingga banyak ulama hadist yang menguatkannya.
Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas dia berkata Rasulullah bersabda kepada al-Abbas bin Abdul Muthalib: “Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah kamu aku berikan, maukah kamu aku hadiahkan, maukah kamu aku serahkan, maukah aku lakukan (ajarkan) untukmu sepuluh perkara, apabila kamu melakukannya, niscaya Allah akan mengampuni dosamu, yang pertama sampai yang terakhir, yang lama dan yang baru, yang disengaja dan yang tidak disengaja, yang kecil dan yang besar, yang samar dan yang terang-terangan, dan itu adalah sepuluh perkara: Hendaklah engkau sholat empat rakaat, pada setiap rakaatnya membaca al-Fatihah dan surat lainnya, jika engkau telah selesai membaca pada rakaat, maka pertama ucapkan dalam keadaan berdiri.
‘SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, WA LAA ILAHAA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR’
sebanyak lima belas kali, kemudian ruku’ dan bacalah (doa diatas) dalam keadaan ruku’ sepuluh kali, kemudian bangun dari ruku’ dan membaca sepuluh kali. Kemudian sujudlah dan membaca dalam keadaan sujud sepuluh kali, kemudia engkau duduk dari sujud sambil membacanya sepuluh kali; semuanya tujuh puluh lima dalam satu rakaat. Lakukanlah itu dalam empat rakaat. Jika engkau dapat melaksanakannya sehari dalam sehari, maka lakukanlah jika tidak maka sekali dalam sepekan, kalau tidak sekali dalam sebulan, kalau tidak maka sekali dalam setahun dan kalau tidak sekali seumur hidup.
Diriwayatkan oleh abu Dawud, Ibnu Majjah dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya.
Hadist diatas dinilai Shahih Lighairih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib.
Al-Hafidz menambahkan dalam penjelasan hadist bahwa, “Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan di akhirnya mengatakan: ‘…..Walaupun dosa-dosamu seperti buah lautan atau pasir yang menumpuk, Allah akan mengampuninya.”
Al-Hafidz juga menerangkan bahwa hadist dengan jalur Ikrimah ini adalah hadist yang terbaik sanadnya diantara jalur yang lain diantara shahabat. Beliau mengatakan, “Dalam Sholat Tasbih tidak ada hadist shohih selain ini (dari Ikrimah). Perkataan yang hampir senada juga dikatakan oleh Muslim bin Hajjaj.
Jadi kesimpulan bahwa derajat hadist Sholat Tasih adalah shahih lighairih.
Wallahu a’lam

KESIMPULAN:
1.      Menurut beberapa ulama ahli hadist, Sholat Tasbih termasuk sholat yang dianjurkan
2.      Tata cara pelaksanaan Sholat Tasbih telah diterangkan dalam hadist dari Ikrimah di atas
3.      Dianjurkan untuk melakukannya sekali dalam sehari, kalau gak bisa maka sekali sepekan, kalau gak bisa maka sekali sebulan, kalau gak maka sekali setahun, kalau gak maka sekali seumur hidup.
4.      Keutamaan Sholat TAsbih adalah dapat mengampuni dosa yang besar, kecil, lama, baru, sengaja, tidak disengaja, samar, terang-terangan.

B.   SHOLAT TAUBAT
 
Selain Sholat Tasbih, diantara sholat yang disunnahkan oleh Rasulullah adalah Sholat Taubat. Rasulullah menganjurkan seseorang yang melakukan dosa untuk melakukan sholat dua rakaat setelah melakukan dosa tersebut seperti yang ada dalam hadist berikut:
Dari Abu Bakar dia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki melakukan dosa kemudian berdiri dan bersuci, lalu sholat, kemudian memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah mengampuninya. Kemudian beliau membaca ayat ini,
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahuinya (Ali Imron : 135) Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan berkata hadist ini hasan. Abu Dawud, an-Nasa’I, dan Ibnu Majah. Ibnu Hibban dan Baihaqi keduanya berkata:
“Kemudian sholat dua rakaat.” Dan disebutkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya tanpa sanad, dan dia menyebutkan di dalamnya dua rakaat.

KESIMPULAN:
1.      Dianjurkan sholat dua rakaat (ssholat seperti biasa) setelah melakukan kesalahan ataupun dosa
2.      Keutamaanya adalah diampuni dosanya oleh Allah

C.     SHOLAT HAJAT

Hukum mengerjakan shalat hajat adalah sunnah, berdasarkan hadits berikut,
Dari Utsman bin Hunaif, bahwasanya ada seorang laki-laki buta yang pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Dia menyembuhkanku!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau menginginkan demikian, saya akan doakan, tetapi jika engkau mau bersabar, itu lebih baik bagimu.” Lelaki itu menjawab, “Berdoalah!” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya supaya berwudhu dengan sempurna dan shalat dua rakaat lalu berdoa dengan doa ini, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi rahmat. Sesungguhnya, saya menghadap denganmu kepada Rabbku agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” Dia berkata, “Lelaki itu kemudian mengerjakan (saran Nabi) lantas dia menjadi sembuh.”
Takhrij hadits:
Shahih. Diriwayatkan Ahmad dalam Musnad-nya, 4:138, Tirmidzi:3578, Ibnu Majah:1384, Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya:1219, Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, 3:2, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak:1221.
Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih gharib.” Abu Ishaq berkata, “Hadits ini shahih.” Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih,” dan hal ini disetujui oleh Adz-Dzahabi. Syekh Al-Albani juga menilai bahwa hadits ini shahih, dalam buku beliau At-Tawassul, hlm. 75–76.
Fikih Hadits:
1. Disyariatkannya shalat hajat.
Imam Ibnu Majah membuat bab hadits ini dengan perkataannya, “Bab penjelasan tentang shalat hajat.” Demikian juga, Imam Nawawi dalam Al-Adzkar, hlm. 157, dan Imam Al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid, 2:565. Ini juga merupakan
pendapat Syekh Salim Al-Hilali dan Syekh Masyhur Hasan Salman ketika (beliau berdua) ditanya oleh Al-Akh Abu Ubaidah.
2. Shalat hajat sebanyak dua rakaat.
Tidak boleh melakukan shalat hajat untuk kepentingan yang tidak syar’i, seperti: untuk belajar tenaga dalam, ilmu hitam, dan sejenisnya.

KESIMPULAN:
1.      Disyariatkannya shalat hajat berdasarkan hadist di atas, akan tetapi memang keluar dari perselisihan ulama dalam masalah sholat Hajat yaitu dengan tidak melakukannya nampaknya lebih selamat. Apalagi tidak sedikit pula ulama kita yang mendhoifkan hadits mengenai sholat Hajat ini. Dan saya pribadi belum pernah melakukan sholat ini, Wallahu a'lam

Sumber Tulisan:
1.      Shahih At-Targhib wa At-Tarhib
2.      Tamamul Minnah
3.      Bughyatul Mutathowi’
4.      Hisnul Muslim
5.      Fiqhus Sunnah yang kemudian saya cek kebenarannya dalam Tamamul Minnah
6.      konsultasisyariah.com (alamat web yang insyaaLlah dapat dipercaya materinya)
»»  Baca Selengkapnya...