Hadits of The Day

مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

Perjalanan Kematian


  
 Mari temen2 kita mengambil sebuah pelajaran dari kejadian yang telah menimpa kita. Agar semakin ingat bagaimana dahsyatnya kematian. Ini saya hadirkan Hadits yang sangat panjang sekali mengenai kehidupan pada saat mendekati ajal sampai ditanya oleh Malaikat tentang tiga pertanyaan, yang para ulama menyebutnya sebagai Fitnah Kubur. Dan disebutkan juga tentang Adzab dan Nikmat Kubur.

Berikut haditsnya, diriwayatkan oleh Bara' bin 'Azib :

Kami keluar bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersama seorang jenazah laki-laki dari kaum Anshar, ketika sampai di pemakaman dan jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat, maka Rasulullah duduk dan kami pun ikut duduk di sekitar beliau, seolah-olah ada burung yang hinggap di atas kepala kami.

Di tangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ada sebatang kayu yang beliau gunakan untuk menggores-gores tanah, kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat kepalanya sambil bersabda :

"Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur." mengulangnya dua atau tiga kali, kemudian berkata, ‘Sesungguhnya seorang hamba mukmin (beriman) apabila telah terputus dari kehidupan dunia dan mendekati kehidupan akhirat, turunlah kepadanya para Malaikat dari langit dengan wajah mereka yang putih seperti matahari, bersama mereka kain kafan dari kain-kain kafan di surga dan wewangian dari wewangian yang ada di surga lalu mereka duduk sejauh mata memandang, setelah itu datanglah Malaikat Maut (Malakul Maut) sampai duduk di dekat kepalanya, kemudian dia (Malaikat Maut) berkata,

‘Wahai jiwa yang thoyyib (baik), keluarlah menuju ampunan dari Allah dan ridha-Nya.’
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Maka ruh itu pun keluar seperti air yang mengalir dari wadahnya, lalu Malaikat maut mengambilnya, setelah itu para Malaikat yang lainnya tidak membiarkan ruh itu di tangan Malaikat maut, mereka langsung mengambilnya dan meletakkannya di kain kafan dan wewangian, kemudian keluar darinya bau seperti harumnya bau misk.

Beliau berkata, ‘Maka para Malaikat pun naik ke langit membawa ruh tersebut, dan tidaklah mereka melewati sekelompok Malaikat yang di langit kecuali mereka semua berkata, ‘Ruh siapakah yang sangat baik ini?’

Mereka menjawab, ‘Ini adalah Fulan bin Fulan.’ Mereka memanggilnya dengan nama yang terbaik yang mereka memanggilnya dengan nama tersebut di dunia, hingga mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka meminta izin agar dibukakan pintu baginya, maka pintu langit pun dibukakan bagi mereka, dan para Malaikat di setiap langit mengantar ruh itu ke langit berikutnya, hingga sampailah ia di langit yang ketujuh.

Kemudian Allah 'Azza wa Jalla berfirman, ‘Tulislah kitab amal hamba-Ku di ‘Illiyiin dan kembalikanlah ia ke bumi karena darinyalah Aku menciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku akan membangkitkan mereka.’

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Maka ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya, lalu datang dua Malaikat kepadanya yang kemudian mendudukkannya dan
bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabb-mu?’

Maka ia menjawab, ‘Rabb-ku adalah Allah.’

Lalu mereka bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’

Dia menjawab, ‘Agamaku Islam.’

Mereka bertanya lagi, ‘Apa tugas lelaki yang diutus kepadamu?’

Dia berkata, ‘Dia adalah Rasulullah.’

Mereka bertanya lagi, ‘Dan apakah ilmu-mu / pengetahuanmu?’

Dia berkata, ‘Aku telah membaca al-Qur-an, kemudian aku mengimaninya dan aku mempercayainya.’

Maka setelah itu terdengarlah suara panggilan dari langit ‘Hambaku telah membenarkan, karena itu bentangkanlah untuknya surga, pakaikan pakaian dari Surga, dan bukakan pintu surga.’

Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, ‘Maka, terciumlah olehnya wangi Surga, Setelah itu kuburnya diperluas selebar pandangan matanya.’

Beliau berkata, ‘Setelah itu dia didatangi oleh seorang laki-laki yang tampan wajahnya, indah pakaiannya, harum baunya, orang ini berkata, ‘Berbahagialah engkau, ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu.’

Maka ia bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan?’

Orang itu menjawab, ‘Aku adalah amal kebaikanmu.’
Kemudian mayit itu berkata, ‘Ya Rabb, segerakanlah hari Kiamat agar aku bisa kembali ke keluargaku dan hartaku.’

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, ‘Dan sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila telah terputus dari kehidupan dunia dan mendekati kehidupan akhirat, turunlah para Malaikat kepadanya dari langit yang wajah nya hitam, sambil membawa kain yang kasar, lalu mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian datanglah Malaikat Maut (Malakul Maut) dan ia duduk di samping kepalanya dan berkata,

‘Wahai jiwa yang khobits (jelek), keluarlah engkau menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.’ Beliau berkata, ‘Maka ruhnya berpisah dari badannya dan Malaikat maut mencabut ruhnya bagaikan mencabut besi dari kain wool yang basah, kemudian ia mengambil ruh tersebut. Ketika Malaikat maut mengambilnya, Malaikat yang telah lama duduk menunggu tidak membiarkan ruh itu berada di tangan Malaikat maut, mereka langsung menaruhnya di kain kasar yang mereka bawa, lalu keluarlah dari kain tersebut bau bangkai yang sangat busuk yang pernah ada di muka bumi.

Kemudian mereka naik ke langit membawa ruh tersebut dan tidaklah mereka melewati se-kelompok Malaikat kecuali mereka semua bertanya, ‘Ruh siapakah yang sangat buruk ini (khobits)?’ Malaikat-Malaikat yang membawanya berkata, ‘Ini Fulan bin Fulan.’ Mereka memanggilnya dengan nama yang terjelek yang pernah ia miliki di dunia, hingga akhirnya mereka sampai di langit dunia. Kemudian mereka meminta izin agar dibukakaan pintu bagi ruh tersebut, tetapi pintu langit tidak dibukakan baginya.’ Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah,

"Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk Surga, hingga unta masuk ke lubang jarum’ (QS. Al-A’raaf : 40)

Kemudian Allah 'Azza wa Jalla berfirman, ‘Tulislah amal perbuatannya di Sijjin yang terletak di bumi lapisan bawah.’ Maka, ruhnya pun dilempar ke bumi. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah:


"Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.’ (QS. Al-Hajj : 31)

Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya, lalu ia didatangi dua Malaikat yang
kemudian mendudukkannya sambil bertanya, ‘Siapa Rabb-mu?’

Dia menjawab, ‘Ha... ha..., aku tidak tahu.’

Lalu mereka bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’

Dia menjawab, ‘Ha... ha... aku tidak tahu.’

Mereka bertanya lagi, ‘Apa tugas lelaki yang diutus kepadamu ?’

Dia menjawab, ‘Ha...ha... aku tidak tahu.’

Lalu terdengarlah suara dari langit, ‘Sungguh dia telah berdusta, maka bentangkanlah jalannya ke Neraka, bukakan pintu ke Neraka.’ Maka ia pun merasakan hawa panasnya Neraka, kemudian kuburnya dipersempit hingga tulang rusuknya bertemu, kemudian datanglah kepadanya seorang laki-laki yang jelek rupanya, jelek pakaiannya dan sangat busuk baunya, dan laki-laki itu berkata,

‘Celakalah engkau dengan kabar buruk yang engkau terima, ini adalah hari yang telah dijanjikan kepadamu.’

Lalu mayit itu bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang meampakkan keburukan.’

Laki-laki itu menjawab, ‘Aku adalah amal perbuatanmu yang jelek.’

Kemudian mayit itu pun berkata, ‘Wahai Rabb jangan engkau tegakkan hari Kiamat.’ Dalam riwayat lain dikatakan, ‘Kemudian didatangkan kepadanya seorang laki-laki yang buta, tuli, lagi bisu, dan di tangannya ada sebuah palu godam yang jika dipukulkan ke gunung niscaya akan hancur lebur menjadi debu. Lalu ia dipukul dengan godam tersebut hingga hancur menjadi debu, kemudian Allah mengembalikan tubuhnya seperti semula, lalu ia dipukul lagi dan ia pun berteriak dengan kencang yang bisa didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia."

Hadits ini Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4753), Ahmad (IV/287-288, 295-296), Abu Dawud ath-Thayalisi (no. 753), Hakim (I/ 37-40). Hadits ini dishahihkan oleh Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Lihat juga Ahkamul Jana'iz (hlm. 199-202)

Itu semua tadi baru hadits. Dan masya Allah panjangnya...
Kalau mau diperlengkap dengan penjelasan. Mungkin bisa baca2 buku Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah (aku ming sekedar kopas seko kono sebagian teks). Atau mungkin Syarah Lum'atul I'tiqad, atau Syarah Tsalatsatul Ushul, atau Kitab aqidah lainnya yang terdapat masalah Fitnah Kubur dan Adzab Kubur kemungkinan ada hadits ini.



»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 24 Februari 2012

Aku Menyesal....



Mungkin ada sebagian dari kita bahkan mungkin hampir semuanya sangat menyepelekan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah. Mereka gak begitu mempedulikan yang namanya sholat Dhuha, mereka gak begitu mempedulikan yang namanya sholat tahajud.. Padahal saudaraku, perlu kalian ketahui bahwa kalian akan sangat menyesal dengan apa yang kalian lakukan itu. Kalian akan sangat menyesal di akherat kelak karena ibadah-ibadah yang kalian tinggalkan itu. Padahal kalian sangat mungkin untuk mengerjakan amalan tersebut.

Jika kita tahu bahwa keadaan hari Kiamat itu sangatlah berat dan menakutkan begitu pula ketika kita tahu bahwa Adzab Allah itu SANGAT PEDIH, saya yakin mereka akan lebih memilih mendengarkan adzan dan berangkat ke masjid daripada bentrok, daripada nongkrong, daripada bersendagurau...

Jika kita tahu nikmat Allah itu sangatlah besar bagi penduduk surga (baca: Nikmat terbesar bagi penduduk surga adalah bisa melihat wajah Allah secara langsung) niscaya kita tidak akan segan untuk menjalankan amalan sholih sekalipun itu sunnah...

Saudaraku, Sungguh jika kalian tahu kalau saat kalian bermaksiat itu Allah cemburu, maka saya yakin kalian akan menjauhinya tanpa berani malakukannya sedikitpun...
"Cemburunya Allah Ta'ala yaitu ketika seseorang melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Allah" (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika kita tahu betapa utamanya mendatangi seruan adzan dan sholat di shof pertama (bagi laki2) maka sungguh mereka akan berebut untuk mendapatkannya…
Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda :
“Kalau seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada panggilan (azan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya. Dan kalaulah mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan karena bersegera menuju shalat maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya). Dan kalaulah seandainya mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan dengan mengerjakan shalat isya dan subuh, maka  pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 437)
Lantas kenapa orang masih menyepelekan hal itu?? Jawabannya mungkin mudah, yaitu karena mereka belum mengetahui seberapa besar pahalanya. Sehingga mereka menganggap hal itu biasa. Tetapi sungguh mereka yang menyepelekan hal itu akan sangat menyesal di akherat karena mereka sama sekali tidak melakukan amalan yang baik itu padahal mereka bisa melakukannya.

KETAHUILAH SAUDARAKU... KALAU SETIAP ORANG ITU PASTI AKAN MENYESAL DI HARI AKHIR, BAGI MEREKA YANG BANYAK AMALAN SHOLIH MAKA MEREKA JUGA AKAN MENYESAL KARENA KURANG BANYAK DALAM MELAKUKANNYA...

Ada yang menyesal karena bukan dialah yang Allah panjangkan lehernya besok di hari akhir karena dia jarang mengumandangkan adzan bahkan tidak sama sekali...

Ada yang menyesal karena Allah sama sekali tidak membangunkan untuknya rumah di surga karena dia tidak menjaga sholat rawatib 12 rakaat...

Ada yang menyesal karena bukan dialah yang NAMANYA DISEBUT-SEBUT ALLAH DIHADAPAN PARA MALAIKAT UNTUK DIBANGGAKAN karena dia jarang ikut Majelis Ilmu...

Ada yang menyesal karena bukan dialah yang Allah mudahkan jalannya ke surga karena dia jarang menuntut ilmu syar'i... Sehingga mungkin ada yang sangat lama menunggu padahal mungkin ada saudaranya yang jalan menuju surga sangatlah mudah karena dia semangat menuntut ilmu (salah satunya kajian).. Padahal ketika kajian dia hanya duduk, mendengarkan tanpa banyak energi... TApi ya itu Tadi,, SETAN MUSUH KALIAN TELAH LEBIH PINTAR MENGGODA KALIAN...

Ada wanita yang menyesal karena bukan dialah yang Allah bukakan semua pintu surgaNya dan dia bebas memilih karena dia meninggalkan sholat fardhu, puasa di bulan Ramadhan, dan mentaati suaminya...

Apakah kita merasa aman dengan Adzab Allah.. Padahal Ulama yang banyak ilmunya pun gak meresa aman dengan Adzab Allah... JANGAN SOK MERASA AMAN SAUDARAKU... #RENUNGAN BAGI KITA SEMUA

»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 21 Januari 2012

Ternyata Aku Rindu Hujan...


          
            Saudaraku, ketahuilah bahwa aku rindu hujan… ya, aku rindu hujan yang bersahabat itu. Hujan yang damai itu. Jujur saja, hujan yang menetes lembut dari langit itu seakan menenangkan hatiku. Entah mengapa bisa demikian? Ketika hujan yang bersahabat itu turun, sungguh rasanya ada cahaya yang masuk ke dalam hatiku.. Ketika itu terjadi, aku sempat bingung dengan beberapa saudaraku yang mencela kedatangannya. Sungguh aku bingung dengan pikiran mereka. Kenapa hujan yang begitu menenangkan itu selalu mereka cela? Bukankah Allah telah berfirman:
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18)
            Hujan… seperti yang telah dikabarkan oleh Al-Qur’an bahwa hujan itu membawa barokah. Hanya dengan makhluk ciptaan Allah yang satu ini, tumbuhan bisa tumbuh. Lantas masihkah kita akan mencela kedatangannya?? Jujur saja, aku sangat merindukan hujan yang turun dengan tenang itu… Hujan yang begitu mendamaikan…
“Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air ("hujan") dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan "hujan" itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. 2:22)
            Dan ketahuilah saudaraku, kalau dengan turunnya hujan itu, doa kalian akan mudah terkabul. Seperti yang ada dalam hadist berikut:
"Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan". Dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078).
            Saudaraku, mungkin sebagian saudara kita yang mencela hujan itu karena mereka takut tidak bisa bekerja seperti biasanya. Tapi cobalah pandang dari sudut yang lain, bahwa hujan itu benar-benar memberikan sebuah kedamaian. Cobalah pikirkan, dengan datangnya hujan, kita bisa berdoa dan sangat mungkin sekali untuk terkabul.
            Berkhusnudzon-lah dengan Allah saudaraku! Yang menentukan agenda kalian bisa berjalan atau tidak itu bukanlah hujan. Tapi Allah !!! Jika Allah ingin agenda kalian berjalan, maka agenda itu akan berjalan meskipun hujan sedang turun. Dan sebaliknya, agenda kalian tetap akan gagal apabila Allah berkehendak untuk gagal sekalipun itu gak turun hujan.
            Pandanglah hujan itu sebagai nikmat, saudaraku… Nikmat yang Allah sengaja turunkan dari langit. Nikmat yang dengan itu manusia bisa hidup.
            Sungguh… Aku Benar-Benar Rindu Hujan… Ingin rasanya aku berdoa ketika itu. Ingin rasanya aku bercurhat dengan Allah dikala waktu hujan itu. Ingin rasanya aku meneteskan air mata ketaatan dikala hujan sedang menyapa. Ya Allah… semoga Engkau selalu mengijinkan hamba-Mu ini untuk senantiasa tidak mencela hujan. Ya Allah… semoga Engkau selalu mengijinkan hamba-Mu ini untuk senantiasa berdoa dikala hujan itu turun.. Sungguh aku rindu hujan…
            Mungkin terkadang ketika hujan itu turun, sempat ada pikiran yang melintas dalam benakku.. “Ya Allah semoga beberapa tahun kedepan aku bisa berdoa dikala hujan turun bersama  seseorang yang telah Engkau jodohkan kepada hamba.” #aaaaaaa..
            Ya, aku rindu hujan saat ini layaknya aku rindu hujan beberapa tahun kedepan…  Ketika waktu itu tiba, mungkin aku juga berharap bahwa aku juga bisa berdoa dikala hujan tiba. Berdoa dengan dia yang dirahasiakan oleh Allah saat ini… Berdoa dengan dia yang memiliki sebuah nama yang sama sekali tidak kutahu…
“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentramanan daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu "hujan" dari langit untuk menyucikan kamu dengan "hujan" itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).” (QS. 8:11)
           
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 20 Januari 2012

Ikhtilath Berdampak Buruk Bagi Kesehatan??




Sebuah penelitian dari University of Valencia, sebuah universitas tertua dan terbesar di Spanyol, menyebutkan, berada lima menit hanya berdua dengan seorang perempuan cantik dapat meningkatkan level cortisol, hormon stres tubuh, pria. Efek ini meningkat pada pria yang percaya bahwa perempuan tersebut "di luar jangkauan mereka'.
Cortisol diproduksi tubuh yang mengalami stres fisik atau psikologis dan telah dikaitkan dengan penyakit jantung.
Telegraph, Senin (3/5/2010) melaporkan, para peneliti telah menguji 84 mahasiswa pria dengan meminta mereka duduk di sebuah ruangan dan memecahkan teka-teki Sudoku. Dua orang asing, satu laki-laki dan satu perempuan, juga ada di dalam ruangan tersebut.
Ketika perempuan asing itu meninggalkan ruangan dan dua orang pria itu tetap duduk di sana, tingkat stres kedua relawan pria itu tidak muncul. Namun, ketika seorang relawan pria tinggal sendirian dengan si perempuan asing yang cantik, tingkat cortisol-nya meningkat.
Para peneliti menyimpulkan, "Dalam penelitian ini, kami menilai bahwa bagi sebagian besar pria, kehadiran seorang perempuan cantik dapat menyebabkan persepsi bahwa ada kesempatan untuk pacaran. Sementara sejumlah pria mungkin menghindari perempuan yang atraktif karena berpikir, mereka 'tidak mungkin dapat memacari perempuan tersebut', mayoritas akan merespons dengan kecemasan dan sebuah respons hormonal yang terjadi berbarengan."
"Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat cortisol pria meningkat setelah terjadi kontak sosial singkat selama lima menit dengan seorang wanita muda yang menarik."
Cortisol dapat memiliki efek positif dalam dosis kecil, yaitu meningkatkan kewaspadaan dan kesejahteraan. Namun, peningkatan kadar cortisol kronis dapat memperburuk kondisi kesehatan, seperti memicu penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan impotensi
Diambil dari http://www.shoutussalam.com/read/news/12313/ternyata-ikhtilath-pria-dengan-wanita-gak-baik-buat-kesehatan/
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 18 Januari 2012

Segumpal Daging Itu...



            Saudaraku, maukah kalian aku beri tahu tentang sesuatu hal?? Yang mungkin kalian akan senantiasa waspada dengan sesuatu itu. Kalian akan berusaha menjaga sesuatu itu.
Saudaraku, sungguh… dalam diri kalian itu ada segumpal daging. Segumpal daging yang agak berbeda. Segumpal daging yang sedikit aneh.. ya… segumpal daging itu mungkin sedikit aneh dari segumpal daging yang lain. Karena segumpal daging yang mungkin kecil ini dapat menentukan seberapa baik atau seberapa buruk diri kalian… Taukah kalian apa itu?? Segumpal daging itu adalah HATI…
            Segumpal daging yang bernama Hati ini ternyata dapat menentukan diri kalian. Apabila hati kalian baik, maka akan diikuti dengan baiknya siri kalian. Dan tentu saja sebaliknya, apabila hati kalian kotor dan buruk maka akan diikuti dengan buruknya diri kalian.
            Yaa.. hal ini seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadistnya..
“Ketahuilah, sungguh pada tubuh itu terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, jika ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR.  Bukhari)            
Saudaraku, marilah kita introspeksi diri kita masing-masing, apakah kita sebagai pemilik daging itu sudah merasa menjaganya?? Apakah hati yang telah dititipkan Allah kepada kita itu telah kita jaga dengan baik?? Atau malah kita biarkan hati itu menjadi kotor ? Tentu saja yang bisa menjawab itu semua Cuma diri kalian sendiri.. Dan saya disini Cuma bisa mengingatkan kalian karena kalian adalah SAUDARAKU FILLAH..
            Sebagai seorang muslim tentunya kita sadar kalau satu diantara yang harus kita jaga adalah hati kita. Karena hati kita menentukan bagaimana diri kita. Karena hati kita yang menentukan baik buruknya diri kita. Jagalah hati kalian saudaraku !!!
            Jagalah hati kita saudaraku, jagalah hati kita agar tetap mengingat Allah, karena hanya dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang. Seperti firman Allah
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs Ar-Ra’d: 28)
Jadikanlah hati kalian terikat kepada Allah dengan banyak berdzikir. Seperti yang telah difirmankan Allah, bahwa hati kita butuh ketenangan.. ya… hati kita butuh ketenangan. Dan satu-satunya cara untuk membuat hati kita tenang yaitu hanya dengan MENGINGAT ALLAH.. Ingatlah Allah saudaraku, agar hati kalian tetap tenang.
Sekali lagi, Jagalah hati kalian saudaraku.. Jangan biarkan hati kalian tertutup oleh noda hitam. Noda hitam akibat dosa-dosa yang kalian lakukan. Jangan biarkan dosa-dosa kalian membuat hati kalian merintih… Jangan biarkan dosa kita mengarat di hati kita.
            Jika hati kalian telah tertutup oleh noda, kuncinya cukup satu ikhwani fillah… Kuncinya yaitu bertaubat. Tentu saja dengan taubatan nashuha. Dengan taubat ini semoga Allah akan memaafkan dosa kalian dan menjernihkan segumpal daging itu…
            Basahilah hati kalian dengan air kesejukan yaitu ketakwaan dan keimanan. Jangan biarkan hati kalian dibasuh dengan lumpur dosa yang akan mengotori hati kalian.
            Jagalah hati kalian… Jagalah hati kalian.. Jagalah hati kalian
            Karena hanya dengan menjaga hati, Seluruh bagian tubuh kalian akan terjaga. Mata kalian, Lisan kalian, Tangan kalian, Kaki kalian.
            Karena hati yang jernih dengan ketakwaanlah yang akan menyuruh mata kalian untuk menundukkan pandangan. Karena hati yang jernih dengan ketakwaanlah yang akan menyuruh lisan kalian untuk mengatakan perkataan yang indah.
            Satu pesanku buat kita yaitu Jagalah Hati Kalian..
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 25 Desember 2011

DIAMKU ADALAH CINTAKU



            Yahh… masa remaja adalah masa yang sangat mudah sekali terkena fitnah. Apalagi masa SMA ini yang mungkin saja jika aku tidak sekolah di sekolah yang sekiranya berbau Islam, mungkin saja aku bisa terjerumus ke dalam perbuatan maksiat. Padahal, ingatlah saudaraku… bahwa masa remajamu itu sangatlah sia-sia jika hanya kamu gunakan untuk hal yang tidak bermanfaat. Masa ini adalah masa pembentukan kepribadianmu..
            Tapi sekali lagi bahwa fitrah seorang manusia itu bisa saja datang kepada seorang yang menjaga hatinya sekalipun. Missal saja, seorang yang selalu ghodul bashor juga bisa terkena fitrah itu saudaraku. Tapi satu pesanku… jangan jadikan hal itu sebagai fitnah. Fitrah… ya fitrah… tapi jangan sampai itu menjadi fitnah.
            Ya… kita semua tahu kalau yang bisa membuat Allah ridho itu hanyalah sebuah ikatan suci. Tapi sekali lagi, gimana kalau hal itu datangnya belum pada waktu yang tepat? Fitrah itu datang ketika kita belum siap untuk menikah..
            Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)  
Hadist di atas menjelaskan kalau separuh agama kita itu ada pada pernikahan. Lantas gimana kalau separuh agama yang lain itu belum siap menerima separuhnya lagi??
            Aku ingatkan bahwa kita ini hidup bukan di jaman Shahabat yang mereka hanya menilai seseorang dari sisi agama saja. Mereka sama sekali tidak peduli dengan harta yang dimiliki. Karena mereka akan merasa tenang dunia akhirat dengan seseorang yang beriman walaupun dia miskin.. Gimana dengan sekarang? Sekarang terutama bagi seorang ikhwan juga harus memikirkan bagaimana cara menghidupi keluarganya yang baru itu. Jangan hanya memikirkan pengen mencegah berbuat zina aja.. tapi pikirkan juga nasib isterimu kelak -__-
Memang benar kalau pintu rezeki itu dengan menikah, seperti yang ada dalam hadist
Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.”  (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim Q.S. An Nur: 32).
Itu benar, akan tetapi gimana dengan kehidupan sebelum kalian mendapatkan penghasilan? Calon isteri kalian juga memiliki hak untuk penghidupan yang layak… ya… yang diharuskan itu penghasilan bukan pekerjaan tetap. Lha, kalau yang ini aku setuju.
            Kembali ke awal.. gimana kalau kita belum siap untuk mengucapkan janji suci? Gimana kalau kita belum siap menyambut mitsaqon gholidzan (perjanjian suci) itu? Maka cintailah dia dalam diam kalian. Ya.. cintailah dalam diam-mu saudaraku.. karena dia belum halal bagimu. Allah belum menghalalkan wajahnya untuk selalu kalian pandangi. Allah belum menghalalkan tangannya untuk kamu sentuh dengan kasih sayang yang dengan sentuhan kasih sayang itu dosa diantara kalian bisa rontok. Sekali lagi Allah belum menghalalkan matanya untuk kalian pandangi dengan kasih sayang yang dengan pandangan kasih sayang itu Allah akan memandang kalian (isteri dan suami) dengan pandangan kasih sayang..
            Saudaraku, cintailah dia dalam diam-mu!! Yaitu dengan tidak memandanginya.. dengan tetap menjaga izzahnya.. Saudaraku, mereka (kaum akhwat) punya izzah yang harus mereka jaga. Jangan rusak izzah mereka.. ya.. jangan rusak kemulian mereka hanya dengan selalu memandanginya.
Cintailah dia dalam diam-mu… karena kita juga belum bisa menjamin dia yang selalu kita rindu itu apakah memang yang diharapkan Allah sebagai pasanganmu? Siapa yang bisa menjamin? Gak ada… maka dengan diam yang kalian lakukan, hal itu bisa dengan mudah menghilangkan rindu yang telah terlanjur tertanam dalam hati kalian #hwaaaaaa
Dengan diam-mu itu semoga Allah meridhoimu. Karena dengan tidak berbuat yang dilarang oleh syariat maka Allah jelas akan lebih merahmatimu… (Wallahu a’lam)
»»  Baca Selengkapnya...